KATA PENGANTAR OLEH ART:1
Monica Gunawan
Sekitar enam tahun yang lalu di tengah perbincangan kami di sebuah makan malam, kami menemukan sebuah ide. Ide tersebut kami diskusikan bersama teman dan keluarga yang kemudian kami catat pada lembar-lembar kertas. Bulan-bulan berikutnya ide tersebut menjadi topik hangat pada ruang meeting bersama rekan dan kerabat, hingga akhirnya berubah menjadi sebuah konsep desain yang luar biasa karya Sardjono Sani. Ide yang sama enam tahun yang lalu, pada hari ini telah menarik keterlibatan seniman, kurator, desainer, performer, professional, arsitek dan direktur kreatif dalam perencanaan dan eksekusi New Museum dan Art Space, yang kami sebut sebagai Art:1
Gagasan membuat private museum merupakan konsep baru dari Mon Décor Gallery yang telah berjalan di bisnis galeri selama tiga dekade. Semula, Mon Décor Gallery dirintis oleh Martha Gunawan, direktur sekaligus ibu saya. Merujuk pada bisnis bereputasi di Italia, konsep private museum tidak hanya sekedar tanda gengsi dan kesuksesan, namun kepada keinginan untuk kembali berbagi dengan publik dengan menyediakan ruang untuk edukasi dan pendidikan. Mon Décor yang muncul pada zaman Modern Art Indonesia di era 80-an mulai menapaki karirnya dengan menampilkan koleksi Indonesian Old Masters, Mooie Indie, dan Modern Art dan memiliki keinginan mendasar untuk menciptakan tempat terbuka untuk belajar karya-karya penting dalam sejarah seni Indonesia.
Sebagai galeri seni rupa pertama di Jakarta yang mempunyai beberapa cabang di wilayah Gunung Sahari, Plaza Senayan, Gatot Subroto hingga Grand Indonesia Shopping Town, Mon Décor selalu berusaha mendekatkan seni kepada pecinta seni di Indonesia. Galeri sebelumnya, MD Art Space, yang berlokasi di Gatot Subroto merupakan inisiatif kami dalam ruang seni untuk pencarian bakat para seniman muda tanah air yang berpotensi. Seniman yang kami anggap menarik adalah yang memiliki karya seni yang unik, konsep yang segar, kesempurnaan teknik dan berani mengeksplorasi beragam jenis material yang digunakan. MD Art Space mencatat pameran seni rupa oleh beberapa seniman muda dari Guntur Timur (karyanya sangat dekat dengan fotografi), Simponi (sekelompok seniman perempuan yang mengangkat isu feminisme), Made Wiguna Valasara (keterampilan dengan kain sebagai material pilihan dan kecintaannya menjahit), dan Prilla Tania (seniman video perempuan). Manfaat dan hasil positif yang dicapai dari konsep MD Art Space tersebu ingin kami teruskan di ruang pamer baru kami, Art Space: 1.
Di negara-negara Barat, museum secara fleksibel berganti peran dari ruang santai untuk publik hingga menjadi tempat jamuan makan malam yang prestisius. Ruangan ini berupa tempat luas dengan kelengkapan informasi untuk karya-karya yang dipamerkan: mulai dari penjelasan terkait koleksi-koleksi yang sedang dipamerkan, pencahayaan yang memadai, kenyamanan ergonomis ruangan hingga suhu temperatur yang terkontrol untuk mempertahankan kondisi dari koleksi. Juga tersedia pula pilihan panduan audio, museum guides, seminar atau informasi online bagi mereka yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut. Sangat disayangkan, pada museum-museum di Indonesia standard seperti ini maupun praktek nya masih belum efektif, dikarenakan alokasi anggaran pemerintah yang belum diprioritaskan untuk pengembangan seni visual. Melihat keadaan ini, sebagai profesional kami berinisiatif untuk menghadirkan sebuah museum yang lebih modern dan memungkinkan masyarakat supaya bisa menikmati fasilitas layaknya sebuah museum di luar negeri. Art: 1 New Museum berangkat dari keperluan ini dan keinginan untuk memfasilitasi masyarakat dengan pameran karya-karya maestro yang dinilai tinggi dan penting selama masa seni rupa modern Indonesia.
Untuk memastikan adanya perancangan program-program yang matang diperlukan penelitian dan pengembangan seni rupa oleh karena itu Art: 1 Institut akan bekerja sama dengan ‘Pusat Penelitian Desain Produk, Budaya, dan Lingkungan’ (yang sebelumnya dikenal dengan Pusat Penelitian Seni Rupa dan Desain) Institut Teknologi Bandung dan Institut Kesenian Jakarta dalam pengadaan program workshop. Art: 1 Institut juga akan menawarkan program intensif dan program akhir pekan bagi mereka yang berminat untuk memperdalam pengetahuan baru di bidang seni, melukis, fotografi, mixed media, seni patung, penulisan kuratorial, dan sebagainya.
Art:1 juga menyediakan café yang dilengkapi dengan fasilitas wi-fi, perpustakaan untuk buku-buku seni visual, sebuah toko souvenir (mengambil nama Mon Decor Gallery), area konsultasi untuk restorasi dan konservasi, ruang penyimpanan karya dan function room untuk acara-acara tertentu.
Harapan kami ke depan adalah terus menggarap Art:1 menjadi sebuah tempat kreatif, produktif dan menjadi lebih baik untuk kita semua. Untuk itu perkenankan saya untuk berterima kasih kepada Bapak Jim Supangkat atas dukungannya dalam membantu kami merealisasikan ide kami sehingga bukan hanya tertulis di kertas, tetapi akhirnya menjadi nyata.
Tanpa dukungan dari kolektor, seniman, kurator, para ahli, rekan, pecinta seni, teman dan keluarga, juga tidak mungkin rasanya kami dapat mencapai sejauh ini. Karenanya, kami haturkan rasa terima kasih yang tak terhingga untuk setiap masukan, nasihat dan saran dalam proses mengembangkan Art: 1. Yang terakhir dan terpenting, saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang tulus kepada kedua orang tua saya, dalam keterlibatannya sejak pertama hingga akhir.
Kami berharap Art: 1 dengan slogan “seni untuk semua” akan semakin mendekatkan semua mimpi kami menjadi kenyatan dalam membantu membentuk masa depan yang lebih baik dengan kesadaran terhadap seni dimulai dari maha karya seni rupa negeri sendiri di Indonesia. Kami percaya Art: 1 akan menjadi wadah sosialisasi seni tidak hanya bagi penikmat seni rupa Indonesia, tetapi juga mewakili sejarah seni Indonesia, serta melanjutkan perjalanan kami untuk pencarian seniman-seniman berbakat Indonesia dan mempersembahkannya pada dunia.
Awal perjalanan ini akan ditandai dengan Grand Opening Art: 1 pada 29 Oktober 2011 yang akan menampilkan 200 karya seni rupa mulai dari lukisan, patung, instalasi, art performance, video art, dan mixed media pada area ruang pamer dengan luas 4000 m2 ini. Pameran perdana berjudul “Flight for Light: Indonesian Art and Religiosity” dengan kurator Jim Supangkat dan ko-kurator Rikrik Kusmara akan menampilkan koleksi permanen pada Art: 1 New Museum, dan koleksi kontemporer di Art Space: 1. Kami berharap untuk menerima kehadiran Anda dengan tangan terbuka untuk menikmati karya seni sambil menikmati karya arsitektur Art:1.
Akhir kata, Art: 1 merupakan dedikasi kami bagi masyarakat dan wujud kecintaan kami terhadap seni. Besar harapan kami untuk dapat menularkan kecintaan seni ini pada generasi yang akan datang. Suatu kehormatan bila kami diperkenankan membagikan impian ini, dan kami harap Anda menikmati wujud karya kami seperti kami menikmati setiap proses pewujudannya.
Jakarta, 29 Oktober 2011





Add new comment