AMICA ARTIKEL
Hadirnya Museum Mon Décor di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, seperti merialisasikan sebuah sinergi istimewa, yang mengomposisi dunia seni dan arsitektur sebagai bagian dari gaya hidup. Sebuah bukti perkembangan ranah seni di Indonesia yang kian menguat dan dibutuhkan masyarakat umum.
Bangunan dengan dominasi putih dan abu-abu ini dibagi ke dalam dua ruang utama, yakni ruang pamer temporer dan ruang pamer permanen. Sesuai namanya, kedua ruang penting tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ruang pamer permanen dalam wujud museum mendeskripsi konvensionalitas, yang menampilkan karya-karya old-master dari perupa-perupa legendaris. Sedangkan ruang pamer temporer berwujud galeri difungsikan untuk melebur kekinian sebuah karya ke dalam kolaborasi cantik, karya seni rupa dan instalasi kontemporer di tengah ragam media tanpa batas. Sebagai jembatan, Museum Mon Décor juga menyediakan ruang outdoor bagi para pencinta seni untuk menikmati instalasi seni luar ruang, seperti instalasi karya scaffolding oleh Sunaryo, bertajuk Titik Jeda, yang menyempurnakan warna dunia seni kontemporer Indonesia.
Mulai diwujudkan pada tahun 2009, konsep bangunan ini tumbuh berkat gagasan pendiri Galeri Mon Décor, Martha Gunawan, serta putrinya Monica Gunawan, dan rekan-rekannya Edy K., dan Ricky Gunawan. Mereka boleh dikatakan perintis, karena belum ada museum seni di Jakarta yang memfasilitasi publik lewat karya dan interaksi. Dibangun di atas tanah seluas kurang lebih 2000m2, bangunan ini mendeskripsi bahwa dunia seni rupa tidak sekadar aktivitas yang mampu dinikmati secara konvensional, tetapi juga terus bereksplorasi mengiringi perkembangan zaman.
Agenda seni disusun secara rutin, tiap tiga bulan sekali diadakan pameran bertema spesifik yang merangkum keragaman selera dan apresiasi masyarakat. Mulai dari pameran bertema sejarah, pameran tunggal, hingga pameran pertukaran program dengan museum-museum dunia. Juga pengkajian, restorasi karya, hingga rangkaian workshop yang semakin menumbuhkan kepedulian masyarakat akan seni. Peran Mon Décor dalam perkembangan seni tanah air dimulai sejak 1983 dengan dibangunnya galeri seni di wilayah Gunung Sahari, Jakarta Pusat. Melalui koleksi karya seni di sana, Mon Décor turut menumbuhkan kepekaan masyarakat Indonesia terhadap perkembangan seni di dalam negeri. Kini, kehadiran Museum Mon Décor yang resmi dibuka untuk umum pada akhir oktober 2011, semakin menjawab kebutuhan masyarakat, yang haus akan eksplorasi dan pengetahuan seni, dalam balutan modernisasi yang tergambar melalui arsitektur bangunannya.
____________________________________________________________________________________
Gallery





Add new comment